blog syabab riau: running test

Sabtu, 30/10/2010 17:19 WIB | email | print | share
Dan bagi masyarakat yang ingin ikut serta meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita akibat bencana, silahkan untuk menyalurkan infaq terbaiknya ke Infaq “KISPA” PEDULI NEGERI, khusus membantu korban bencana di Indonesia, Bank Muamalat Indonesia (BMI) cabang Fatmawati norek: 911.05871.99 an/ Andi Syaifuddin QQ KISPA . (kispa/fn)
sumber: http://www.eramuslim.com/

Tanya :

Namun di balik beratnya melakukan tugas suci nan mulia ini, Allah SWT sudah pasti tiada menyia-nyiakan amal para hamba-Nya. Allah SWT menjajikan pula pahala yang besar. Semakin berat kesulitan kita, akan semakin agung pahala dari Allah, insya Allah. Kaidah fiqih menyebutkan : Maa kaana aktsara fi’lan kaana aktsara fadhlan (Apa saja yang lebih banyak susah payahnya, akan lebih besar pula pahalanya). (Muhammad Shidqi al-Burnu, Mausu’ah al-Qawa’id al-Fiqhiyah, IX/171). Wallahu a’lam bi al-shawab.

*Makalah disampaikan dalam Sekolah Singkat Lembaga Dakwah Kampus, dengan tema "Fight Against Ghazwul Fikri", diselenggarakan oleh Panitia Ramadhan di Kampus (RDK) Jamaah Shalahuddin UGM, 22 Agustus 2010, di Asrama Haji Yogyakarta.

(Endang Gunawan/Global/lam)
sumber: www.okezone.com
ALLAHUAKBAR !! Tolak OBAMA Presiden Negara Agresor Amerika Serikat datang Ke Indonesia... Allahuakbar !! Ketua GEMA PEMBEBASAN Korwil RIAU berorasi.
TOLAK OBAMA !! Peserta Aksi Memajang Spanduk TOLAK OBAMA ke arah jalan.
Peserta Longmarch start dari Bundaran Air Mancur - RRI {[pembacaan pernyataan sikap] - Kembali ke Bundaran Air Mancur.
ALLAHUAKBAR !! Peserta Semangat dan antusias mengikuti jalanya Aksi. TOLAK OBAMA datang ke Indonesia.
Di tengah Aksi, digalang juga dana Bantuan untuk Saudara-saudara yang mengalami Musibah di Mentawai dan Gunung Merapi.
Peserta Aksi.

Penentuan Idul Adha (10 Dzulhijjah) bergantung pada penentuan awal bulan Dzulhijjah. Dalam hal ini para fuqaha sepakat, bahwa penentuan awal bulan Dzulhijjah hanya didasarkan pada rukyatul hilal saja, bukan dengan hisab.

Presiden AS Barack Obama bertemu dengan Tim NSC (National Security Council - Dewan Keamanan Nasional), Senin (23/11), di Gedung Putih, mendiskusikan tentang pilihan yang akan diambil terhadap prang di Afghanistan. Obama yang sudah bertemu dengan tim NSC itu memilih opsi mengirimkan lebih banyak lagi tentara ke Afghanistan.
Sesudah pertemuan lengkap yang dihadiri tokoh dalam Tim NSC, nampaknya Presiden Obama akan segera mengumumkan langkah-langkah yang akan diambil terhadap Afghanistan. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih itu, berlangsung hari Senin malam (23/11), ujar juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs.
Pertemuan Senin petang itu, berlangsung hingga pukul 10.00 pm, yang dihadiri Wapres Joe Biden, Menhan Robert Gate, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Laksamana Mc Mullen, Panglima paskan AS di Afghanistan Jendral Mc Chrystal, dan Dubes AS di Afghanistan, Karl Eikenberry. Meskipun, ketika bertemu dengan sejumlah pejabat militer AS, ketika memperingati hari Veteran Perang, tanggal 11 Nopember, Presiden Obama telah meminta agar dilakukan revisi terhadap rencana penambahan pasukan AS di Afghanistan. Obama juga memikirkan bagaimana strategi militer AS dapat 'keluar' dari Afghanistan.
Menurut informasi dari Gedung Putih, Obama memilih menambah jumlah pasukan AS dengan jumlah sekitar 34.000 ke Afghanistan, sehingga jumlah pasukan AS di Afghanistan akan mencapai 68.000 pasukan untuk menghadapi Taliban. Sebelumnya, pertemuan yang berlangsung 11 Nopember itu, Jendral David Petraeus, Panglima Pasukan AS di Timur Tengah, lebih menginginkan pendekatan penguatan pasukan Afghanistan, bukan penambahan pasukan ke Afghanistan.
Menlu AS, Hallary Clinton, yang belum lama berkunjung ke Kabul, dan bertemu dengan Hamid Karzai, menjelang pelantikan Presiden Hamid Karzai sebagai kesempatan penting, menegaskan komitment AS kepada Karzai agar segera memperbaiki pemerintahannya, dan memberantas korupsi. Richard Holbrooke, yang menjadi utusan khusus Presiden Obama menginginkan agar rakayt Afghansitan menolong dirinya sendiri, dan mengurangi campur tangan AS di negeri.
Keputusan Obama yang akan mengirim lebih banyak lagi tentara ke Afghanistan, hanya akan menciptakan negeri itu menjadi lebih tidak stabil. Karena, sepanjang sejarah Afghanistan telah menjadi 'kuburan' bagi para penjajah. Itu sudah terbukti. (m/cnn)
Menyambut hari raya Idul Adha, Salim Ahmad menchargerbaterai mobilnya untuk sebuah perjalanan tahunan yang biasa ia lakukan sebagai bagian integral dari perayaan hari besar keagamaan umat Islam.
Dirinya akan menyetir selama hampir setengah jam dari Ashburn - Virginia, menuju kota Falls Church untuk memilih hewan untuk kurban.
"Ini adalah bagian favorit saya dari sebuah perayaan Idul Adha," kata Ahmad, seorang warga Amerika asal Pakistan, kepada IslamOnline.net.
"Saya mengajak anak-anak kesini untuk pertama kalinya tahun lalu, dan segala cara saya menjelaskan kepada mereka makna dan mengapa umat Islam harus melakukan kurban," katanya.
"Tahun ini mereka bersikeras untuk menemani saya dan memilih hewan kurban mereka sendiri," kata Ahmed sambil tersenyum menutupi wajahnya.
Udhiyah (hewan kurban) adalah bagian yang sangat penting dari perayaan Idul Adha, yang jatuh pada hari Jumat dan menandai akhir haji, bagi mayoritas Muslim AS.
"Umat Islam yang mampu secara finansial sangat antusias untuk berkurban sebagai bagian dari Sunnah nabi Ibrahim dan Ismail AS," kata Khaled Iqbal, wakil direktur All Dulles Area Muslim Society (ADAMS).
Seorang muslim yang secara finansial mampu wajib untuk mengorbankan satu ekor domba atau kambing atau bisa juga dengan berenam atau bertujuh mengorbankan seekor onta ataupun sapi selama perayaan Idul Adha.
Meskipun tidak ada statistik resmi, Muslim Amerika diperkirakan berjumlah sekita 7,8 juta jiwa.
Banyak Cara

Ahmad mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan pemotongan sendiri.
"Para pekerja pasar akan melakukannya untuk saya serta menguliti dan membagi-bagikan dagingnya."
Daging Udhiyah (hewan kurban) harus dibagi dalam tiga bagian yang sama, masing-masing untuk sepertiga untuk keluarga sendiri, seperti untuk kerabat dan seperti lagi untuk orang miskin.
Shaker El-Sayyid Imam Dar Al-Hijrah Islamic Center di Falls Church mengatakan ada banyak cara yang berbeda bagi umat Islam AS untuk berkurban.
"Beberapa toko daging halal dapat melakukan penyembelihan atas nama mereka yang berkurban, sementara yang lain pergi ke rumah-rumah pemotongan atau peternakan yang sudah ditetapkan untuk tujuan itu," jelasnya.
Bagi Hamza Al-Abbasi dari Washington DC, dirinya selalu tertarik untuk memotong hewan kurbannya sendiri.
"Setelah sholat Idul Adha kami pergi ke peternakan yang terletak di luar kota dan melakukan penyembelihan, "katanya kepada IOL.
Iqbal, deputi direktur Adams, mengatakan organisasi-organisasi amal di AS menawarkan pilihan lain bagi umat Islam.
Mereka menerima uang dari orang yang ingin melakukan kurban dan mendistribusikan daging-daging tersebut kepada masyarakat miskin di Amerika Serikat.
Banyak organisasi amal internasional umat Islam yang juga menawarkan pilihan untuk mengirim Udhiyah mereka ke seluruh dunia di wilayah-wilayah yang sangat membutuhkan.
"Ada Islamic Relief dan Helping Hand dan masih banyak kelompok lain," kata Iqbal.
Dia menambahkan bahwa banyak umat Islam imigran yang ingin berkurban biasanya memilih untuk mengirim uang ke negara asal mereka untuk dibelikan hewan kurban dan dipotong disana.
"Saya sendiri mengirim uang untuk Udhiyah ke Pakistan di mana itu udhiyah tersebut akan disembelih dan diberikan kepada yang membutuhkan."(fq/iol)
Selasa, 24 November 2009
MediaUmat- Gabi Ashkenazi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rezim Zionis Israel mengkhawatirkan eskalasi pembangkangan tentara rezim Zionis dan menilainya sebagai pemicu kehancuran militer Israel. Sebagaimana ditulis koran Zionis, Yediot Aharonot, Ashkenazi mengatakan, "Militer Israel tidak akan bisa bertahan, jika tentaranya tidak menaati perintah atasan mereka."
Kekhawatiran Ashkenazi soal eskalasi pembangkangan di kalangan tentara dan perwira militer Zionis mengemuka di saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu beberapa hari lalu memperingatkan bahwa pembangkangan terhadap perintah atasan militer bisa mengakibatkan kehancuran Israel.Sumber Zionis melaporkan, sekitar setengah dari pemuda Israel menolak mendaftarkan diri menjadi tentara rezim Zionis. Para pengamat politik menilai peningkatan tentara Zionis yang lari dari tugas adalah faktor penyebab kekalahan Israel dalam perang dengan Lebanon pada tahun 2006 dan perang 22 hari di Jalur Gaza. Setelah kegagalan dua perang tersebut, sumber Zionis menyebutkan terjadinya peningkatan drastis aksi bunuh diri di kalangan militer Israel. (irib.ir, 23/11/2009)
Oleh : Muhammadun[1]

” Ini dari para janda, anak yatim dan mereka yang terbunuh di Irak”.
Muntazer tampaknya tidak peduli. Baginya rasa perih rakyat Irak harus ditampakkan ke presiden dari negara arogan ini. Melempar sepatu dalam tradisi orang Arab merupakan bentuk kemarahan dan penghinaan yang besar bagi yang dilempar. ” Ini ciuman perpisahan untuk mu , anjing”, teriak Muntazer.
Muntazer dan siapapun orang Irak pantas marah kepada Bush. Penjajahan yang brutal yang dilakukan AS terhadap Irak telah menaruh rasa pedih dan sakit yang mendalam. Hampir satu juta rakyat sipil orang terbunuh, jutaan janda dan anak yatim yang ditinggal suami dan ayahnya. Itulah yang terungkap dari teriakan Muntazer,” Ini dari para janda, anak yatim dan mereka yang terbunuh di Irak”.
BBC (11/4/2007) pernah mengutip pernyataan Komite Internasional Palang Merah (ICRC), mengatakan bahwa situasi rakyat biasa di Irak terus memburuk. Empat tahun setelah penyerbuan pimpinan Amerika Serikat, ICRC mengatakan konflik di Irak menyebabkan penderitaan besar. Laporan lembaga paleng merah internasional (ICRC ) itu juga menyoroti sejumlah masalah. Fasilitas medis Irak mengalami kekurangan staf dan pasokan. Banyak dokter, perawat dan pasien yang tidak berani lagi pergi ke rumah sakit dan klinik karena takut menjadi sasaran. Banyak infrastruktur air, saluran pembuangan dan listrik dalam kondisi kritis. Kekurangan pangan dilaporkan terjadi di sejumlah daerah. Kasus kekurangan gizi juga dilaporkan terus meningkat.
Penjajahan Amerika
Amerika saat ini adalah simbol imperialisme. Baik penjajahan yang vulgar dilakukan seperti di Irak dan Afghanistan, maupun berbagai bentuk neoimperialisme melalui campur tangan keamanan, ekonomi, budaya dan politik di negara-negara lain. Jamil Salmi dalam violence and democatic society mencatat bahwaAmerika Serikat antara tahun 1945 sampai 2001 saja sudah melakukan 218 kali intervensi terhadap negara lain. Nergara Paman Sam ini juga merupakan otak kudeta berdarah di berbagai negara. Genocide atas nama demokrasi dan perang melawan terorisme juga telah menimbulkan korban sipil yang sangat besar di Irak dan Afghansitan. Pasca pendudukan AS, korban rakyat sipil Irak hampir mencapai angka 1 juta orang.
Negara ini memang haus darah dan mesin pembunuh. John Pike dari www.GlobalSecurity.org, sebuah grup riset, tentara Amerika menghamburkan 250.000 peluru untuk menembak mati tiap seorang gerilyawan. Biaya perang demikian besar. Staf Partai Demokrat di Kongres menghitung dari 2002 sampai 2008, perang yang lebih panjang dibanding Perang Dunia kedua itu, menghabiskan 1,3 trilyun dollar.
Menurut Salmi, Amerika juga merupakan pendukung pemerintah refresif di berbagai negara. Mendukung pemerintahan Syah Reza Pahlevi di Iran yang dikenal diktator, raja-raja Arab yang refresif, termasuk Suharto di masa orde Baru. Pasca perang dingin negara ini mendukung Musharaf penguasa diktator Pakistan yang kemudian dilengserkan oleh rakyatnya , Husni Mubarak di Mesir, atau Karimov di Uzbekistan. Jangan dilupakan negara ini merupakan pendukung setia rezim teroris Israel yang hingga kini secara sistematis membunuh kaum muslim di Palestina.
Amerika juga intensif mengekspor nilai-nilai palsunya dengan ancaman sejata. Atas nama HAM, Demokrasi,liberalisme, pasar bebas dan perang melawan terorisme mereka melakukan apa saja termasuk menjajah Irak dan Afghanistan. Di sisi lain ide-ide yang mereka usung penuh dengan kepalsuan dan kemunafikan.
Mereka mengatakan penegakan HAM berlaku sama bagi setiap umat manusia. Di sisi lain, negara Paman Sam ini merupakan pelanggar HAM nomor wahid di dunia. Berdasarkan HAM seharusnya seseorang baru bisa ditahan kalau setelah ada dakwaan yang jelas dan didampingi pengacara. Tapi lihatlah apa yang dilakukan AS, puluhan ribu orang ditahan tanpa ada dakwaan yang jelas, tanpa bukti dan tidak didampingi pengacara. Mereka dijeblokan dan disiksa dalam penjara Guantanamo, Abu Ghraib, dan penjara-penjara di negara-negara diktator lainnya yang mendukung AS.
Simbol Kemarahan Rakyat Irak
Begitulah kejahatan imperialisme Amerika. Maka wajar dimana saja George Bush berkunjung, demonstrasi anti Bush selalu marak. Bukan hanya Muntazer yang marah. Kantor berita BBC (15/12) melaporkan beberapa saat setelah kejadian pelemparan sepatu itu, puluhan ribu massa berkumpul di distrik Sadr City, Baghdad, mengelu-elukan Muntazer al-Zaidi. "Jutaan warga Irak dan jutaan orang lain di dunia ingin melakukan apa yang Muntazar kerjakan atau aksi yang sama dengan itu" kata Udaya, seorang demonstran. "Alhamdulilah dia memiliki keberanian untuk melakukannya, dan membalas dendam orang Irak terhadap pihak yang merusak dan menduduki negaranya serta membunuh penduduknya," katanya. ”Lebih dari lima juta orang menjadi yatim piatu karena Bush dan para pembantunya. Kami mengatakan Alhamdulilah karena Muntazar membuat kami bangga," tambah Udaya Sementara itu, Durgham saudara Udaya mengatakan Muntazer hanya menyampaikan pesan warga Irak kepada pendudukan Amerika yang diwakilkan presiden Bush.

Sebelumnya ratusan ribu rakyat Irak berkumpul di Kota Najaf untuk melancarkan unjukrasa besar yang meminta tentara yang dipimpin Amerika keluar. “No untuk penjajahan…Tidak untuk Amerika…Yes untuk kemerdekaan….” Inilah demonstrasi terbesar di Irak menentang keberadaan unsur asing di wilayah mereka. “Ini merupakan demonstrasi Irak atas nama semua rakyat Irak,” ujar salah seorang demonstran kepada kantor berita AFP (9/4/2007).
Tapi dasar Bush kepala batu dan tidak punya nurani, dia toh tidak merasa ada persoalan dengan lemparan itu. Peristiwa yang memalukan dan disiarkan diseluruh dunia ini sepetinya tidak menggoncang nuraninya. Dia tidak mau tahu, lemparan itu adalah kemarahan rakyat Irak kepada Negara Brutal AS.
“Saya tidak merasa terganggu. Saya tidak tahu apa masalah orang itu … Saya sedikit pun tidak merasa terancam dengan kejadian ini,” jawab Bush saat ditanya soal insiden itu”. Sepertinya lemparan sepatu tidak cukup untuk Bush, Sang Penjajah.
Indonesia, kini genap berusia 63 tahun. Usia 63 tahun ini berada di kisaran umur Nabi Muhammad SAW. Kita tidak tahu sampai kapan umur Republik Indonesia. Hanya saja semakin tua umur negeri dari Sabang sampai Merauke ini, makin menyedihkan. Penduduk miskin makin banyak, sumber daya alam luluh lantak, hutang luar negeri makin menumpuk, biaya sekolah makin mahal, harga-harga bahan pokok pun makin membumbung tinggi. Sangat bertolak belakang dengan cita-cita Bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam pembukaaan UUD 1945.